Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Desember 2013

Antara Aku, Mereka dan Kampusku



2011. Seorang gadis yang berperawakan kurus datang memasuki kehidupan kampus yang baru dia rasakan. Umurnya yang baru menginjak usia 16 tahun, membuatnya terlihat kebingungan dengan suasana yang baru ini. Ya, dengan umurnya yang masih 16 tahun, ia menjadi salah satu mahasiswi baru termuda di kampus tersebut. Dengan kemeja putih lengan panjang berwarna putih, dan rok panjang berwarna hitam serta tak lupa sehelai kerudung penutup kepala berwarna putih, Ia masuk barisan kelompok ospek yang telah ditentukan pihak kampus. Mengikuti semua kegiatan ospek hari itu yang tidak terlalu berat, karena masih dalam bulan Ramadhan. Mulai mengenal teman-teman baru yang akan menemani menapaki lika liku kehidupan kampus bersama. Lalu, dimulailah kehidupan sang gadis di kampus tersebut, dan akulah sang gadis itu.

2012. tingkat 2. Kini sang gadis telah berada pada tingkat 2. Sudah mulai mengenal peraturan dan tata kampus tersebut. Hampir setahun juga ia mulai mengenal teman-teman sekelasnya. Jumlah mahasiswi wanita di kelas yang hanya 4 orang termasuk si gadis, membuat sedikit perubahan pada sikap si gadis yang biasanya mempunyai banyak teman wanita selama di bangku SMA.

2013. dimulailah tahun ke-3 ia berada di kampus tersebut. Suasana kelaspun terasa berbeda, karena mahasiswa dikelompokkan berdasarkan pencapaian IPK-nya. Kecanggungan sudah tidak nampak pada diri si gadis yang senang memakai pakaian berwarna hitam dan biru tersebut.

Kisah sang gadis di tahun 2014, belumlah ada. Saat tulisan ini di upload, ia masih berada pada tingkat 3 dan berada pada tahun 2013. Harapan gadis tersebut, ia bisa meningkatkan prestasinya, minimal mempertahankan apa yang sudah ia capai dan lebih bersemangat lagi menjalani kewajibannya sebagai seorang mahasiswi.

 

Ditulis dengan cinta oleh : Zainab An Saly

Selasa, 21 Mei 2013

Dari Mata Turun ke Hati




Akhir-akhir ini ada yang aneh pada diriku ini. Disetiap keramaian mataku tak bisa diam, seperti mencari sesuatu, merasa seperti ada yang hilang dari pengawasanku. Entah dan apa yang kucari yang jelas sudah lebih dari seminggu ini terjadi. Tapi yang lebih tidak ku mengerti, setiap pandanganku jatuh pada sesosok pria itu, mataku langsung tegap memandangnya.

Seperti menemukan ketenangannya. Menemukan apa yang dicari selama ini, tidak berlebihan apabila aku mengibaratkan seperti burung yang menemukan sangkar hangatnya.

Sesosok pria itu aku kenal, tidak terlalu dekat tapi tiap keadaan memaksaku berinteraksi dengannya aku kehilangan kendali, lupa apa yang harusnya aku lakukan. Samar-samar aku sering menangkap basah matanya yang sedang memandangku, entah sengaja atau tidak sengaja. kadang dengan sengaja aku ingin segera menjauhinya setiap kita dekat.

Tapi sebaliknya yang aku ingin sebenarnya lebih lama dan lebih dekat lagi dengannya. mata itu yang membuat aku terpikat. mata yang indah dengan sedikit kesayuan yang ada. hidung yang cukup mancung menambah elok apa yang aku lihat ini. bibir yang selalu tersenyum manis saat mengatakan "terima kasih" kepadaku. 

Diam-diam bahkan secara terang-terangan mataku ini terus mengikuti arah kemana pria itu berjalan. Walaupun hatiku melarang karena takut ada yang curiga. Entah apapun namanya, rasa ini indah. Aku mulai menikmatinya. Rasa yang tercipta sejak aku melihatnya.

Ditulis dengan cinta oleh : Zainab An Saly

Selasa, 12 Maret 2013

CINTA ZAARA ANISSA [PART 2]


Baca part 1 disini



Hari ini hari kelulusan, hari dimana semua suka cita mengharu biru. Disaat seperti ini dani masih mampu menguasai pikiran-ku.


“zaara..zaara..” terdengar sayup-sayup teriakan seseorang dari kejauhan.

“seperti suara dani, ah ini pasti cuma perasaanku saja karna terlalu memikirkannya” lirihku. Tapi suara itu makin mendekat dan sekarang sumber suara itu tepat di belakangku.

Sabtu, 09 Maret 2013

CINTA ZAARA ANISSA [PART 1]



“Zaara, maukah kau menjadi mentari di-hidupku yang menerangi kegelapan dalam batinku, menjadi wanita-ku. Zaara .. Zaara Anissa.. “ pinta Dani sambil menatap nanar kearahku yang makin berlalu. 

Followers