Kandungan catechin dan polyphenol yang ada dalam teh bermanfaat sebagai antioksidan yang mampu mencegah serangan radikal bebas, mengurangi kerusakan sel sehingga penuaan dini bisa dicegah. Ekstrak daun teh dapat mengecilkan pori-pori di wajah, menyamarkan flek, mengatasi jerawat, memberikan nutrisi dalam kulit. Kandungan tanin dalam teh baik untuk mengatasi kulit yang terbakar sinar matahari.
Polyphenol dalam teh mampu menghambat pertumbuhan bakteri sampai 30 persen dan mengurangi produksi senyawa penyebab napas tidak sedap di mulut. Teh juga mengandung senyawa astrigent sehingga dapat membantu mengatasi dan menyegarkan mata sembab serta menghilangkan lingkaran hitam di mata.
Paduan kafein dan catechine dalam teh mampu membakar 4 persen kalori lebih banyak. Catchine dalam teh juga menghambat penyerapan vitamin B1. hal ini akan mengurangi metabolisme gula darah yang selanjutnya berpengaruh pada pengurangan berat badan.
Vitamin E. dalam satu cangkir teh mengandung vitamin E sebanyak 100-200 IU yang merupakan kebutuhan sehari bagi tubuh manisia. Jumlah ini cukup untuk menjaga kesehatan jantung dan membuat kulit menjadi halus.
Vitamin C berfungsi sebagai imunitas atau daya tahan tubuh. Selain itu vitamin C juga berfungsi sebagai antioksidan yang diperlukan untuk ketahanan tubuh manusia terhadap berbagai macam penyakit.
Vitamin A yang ada dalam teh berbentuk betakaroten. Betakaroten sendiri merupakan salah satu zat yang bermanfaat untuk melawan radikal bebas, sehingga dengan mengonsumsi teh akan menjauhkan diri dari penyakit jantung yang salah satunya disebabkan oleh adanya radikal bebas tersebut.
Macam-macam teh
- Teh Hijau
- Teh Putih
- Teh Oolong
- Teh Merah
- Teh Hitam
- Teh Bunga
Minum Teh
Hal yang perlu diperhatikan ketika minum teh antara lain :
- Jangan minum teh saat atau sesudah makan karena zat yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi dapat dinetralisir oleh zat stimulan teh.
- Ketika perut kosong sebaiknya tidak minum teh karena akan meningkatkan produksi asam lambung.
- Kebiasaan minum teh bergula sebaiknya dihentikan karena akan mengurangi khasiat teh tersebut.
- Kandungan zat yang ada dalam teh mudah teroksidasi sehingga akan berdampak kurang baik jika terlalu lama dibiarkan.
- Kandungan kafein dan zat stimulan dalam teh bisa merangsang kontraksi rahim, sehingga minum teh bagi wanita hamil sangat tidak dianjurkan. Demikian pula untuk wanita menyusui, zat-zat diatas akan mengganggu kelenjar penghasil susu ibu sehingga akan mengganggu produksi ASI.











